ARMADA USS ESSEX/MEU KE-31 BERSIAP JALANKAN KEMBALI JADWAL OPERASIONAL SEMULA CAMP H.M. SMITH, Hawaii – Armada USS Essex telah berada di lepas pantai Burma sejak 13 Mei dan siap untuk menyalurkan bantuan darurat kemanusiaan bagi para korban Topan Nargis. Namun, junta militer Burma berulang kali menolak bantuan yang kami tawarkan. Oleh sebab itu, Panglima Komando Pasifik AS (U.S. PACOM) Laksamana Timothy J. Keating mengusulkan kepada Menteri Pertahanan AS agar Unit Ekspedisi Marinir (MEU) ke-31, Korps Marinir AS meneruskan jadwal operasionalnya semula pada 5 Juni. Menteri Pertahanan AS telah menyetujui rekomendasi tersebut. “Selama tiga minggu terakhir kami telah melakukan setidaknya 15 kali upaya untuk meyakinkan pemerintah Burma agar mengizinkan kapal, helikopter, dan pesawat kami untuk memberikan bantuan tambahan bagi rakyat Burma, tetapi setiap kali mereka selalu menolak. Kini saatnya bagi tim USS Essex untuk meneruskan misi mereka selanjutnya. Tetapi, kami akan meninggalkan beberapa pesawat angkut berat untuk disiagakan di Thailand agar dapat terus mendukung upaya-upaya masyarakat internasional dalam menyalurkan bantuan,” kata Keating. Kapal USS Essex sekarang akan menuju ke pesisir Thailand untuk mengangkut kembali helikopter serta personilnya pada 11 Juni. “Tetapi, apabila penguasa Burma berubah pikiran dan meminta bantuan penuh kami bagi rakyatnya yang sedang menderita, kami siap untuk membantu,” kata Keating. Pemerintah Amerika Serikat segera bertindak setelah topan Nargis menghantam Burma pada 2 Mei. Sejak itu, USAID dan Departemen Pertahanan, bekerjasama dengan ASEAN, PBB dan sejumlah LSM lainnya, telah melakukan sebanyak 106 misi penerbangan yang membawa lebih dari 2 juta pon bantuan perlengkapan darurat yang dibagikan kepada sedikitnya 417.000 orang. Laksamana Keating terbang ke Rangoon, Burma dalam misi penerbangan yang membawa bantuan militer AS pertama pada 12 Mei bersama Direktur Bantuan Luar Negeri AS dan Administrator USAID Henrietta Fore. Selama berada di sana, Keating secara langsung menyampaikan sepucuk surat kepada para pemimpin Burma untuk menawarkan bantuan kemanusiaan tambahan dengan helikopter dan kapal pendarat berdaya angkut berat yang mampu mencapai wilayah-wilayah yang tak bisa diakses melalui jalur darat, serta kemampuan untuk menyediakan dan menjernihkan air, dan bantuan medis. Ia juga menawarkan kepada junta militer untuk mengunjungi kapal-kapal AS di perairan internasional serta ikut dalam penerbangan yang membawa bantuan militer AS dalam upaya menghapus kekhawatiran yang mungkin mereka rasakan terkait bantuan kemanusiaan dan tujuan yang hendak dicapai AS. Namun sampai saat ini, pasukan dan peralatan Pasukan Gugus Tugas Tanggap Darurat, termasuk empat kapal armada USS Essex, 22 helikopter berdaya angkut sedang dan berat, empat kapal pendarat, dan 5000 personil militer AS tidak bergerak melakukan apapun karena junta militer Burma tidak mengacuhkan tawaran diplomatik untuk memperluas bantuan kemanusiaan bagi rakyatknya. "Saya merasa sedih dan frustrasi mengetahui bahwa kami berada pada posisi siap untuk meringkankan penderitaan ratusan ribu rakyat dan mengurangi angka kematian lebih banyak lagi, namun kami tidak dapat berbuat demikian akibat sikap junta militer Burma yang tidak mau berubah,” kata Keating. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Lt. Col. David Griesmer di (808) 477-1341 atau www.pacom.mil. Informasi setelah jam kerja, silakan hubungi (808) 348-1734
# # #
|
|
Home Page Kedutaan AS Link ke situs Internet yang bukan milik pemerintah Amerika bukan berarti bahwa pemerintah Amerika menyetujui sudut pandang organisasi tersebut. |